Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu
yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang
terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan fakta
disebut data.
Fakta
seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik
karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena
mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. Dalam
istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) definisi fakta adalah fakta/fak·ta/ n hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg
benar-benar ada atau terjadi.
Fakta
ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam suatu struktur
sosial kepercayaan, akreditasi, institusi, dan praktik individual yang
kompleks.
Dalam filsafat ilmu,
sering dipertanyakan (yang paling terkenal adalah oleh Thomas Kuhn)
bahwa fakta ilmiah sedikit banyak selalu dipengaruhi oleh teori (theory-laden),
contohnya adalah, untuk mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana cara
pengukurannya memerlukan beberapa asumsi mengenai fakta itu sendiri.
Dalam buku Metode
Penelitian karya M. Nazir (1988) mengemukakan beberapa peranan
fakta terhadap teori, yaitu:
a) Fakta memprakarsai teori.
Banyak
fakta yang ditemui secara empiris menjurus kepada penemuan teori baru. Memang
fakta tidak secara langsung menghasilkan teori, tetapi kumpulan dari
fakta-fakta dapat dibuat suatu generalisasi utama yang berjenis-jenis jumlahnya.
Dengan menghubung-hubungkan generalisasi-generalisasi tersebut, maka bukan
tidak mungkin akan menghasilkan sebuah teori.
b) Fakta memformulasikan kembali
teori yang ada.
Fakta-fakta
tidak semuanya menghasilkan teori, tetapi fakta-fakta hasil pengamatan tersebut
dapat membuat suatu teori lama untuk dikembangkan. Secara umum, fakta-fakta
cocok dengan teori. Tetapi, jika banyak sekali fakta yang kurang sesuai dengan
teori yang telah ada maka sudah tentu, teori tersebut harus disesuaikan dengan
fakta. Dengan demikian, fakta tersebut dapat mengadakan reformulasi terhadap
teori.
c) Fakta dapat menolak teori
Jika banyak fakta yang diperoleh
menunjukkan bahwa teori tidak sesuai dengna fakat tersebut, maka teori tersebut
tidak diformulasikan kembali tetapi harus ditolak. Penolakan teori karena tidak
cocok dengan fakta harus dilakukan secara hati-hati sekali. Harus diingat,
bahwa banyak fakta yang diperoleh berasal dari suatu kondisi tertentu. Karena
itu, bukan tidak mungkin bahwa fakta tersebut tidak cocok dengan teori bukan
karena teorinya yang tidak benar, tetapi kondisi pengamatan yagn menghasilkan
fakta itu yang tidak sesuai sehingga, fakta yang dihasilkan tidak cocok dengan
teori.
d) Fakta mengubah orientasi teori.
Seperti
yang telah diterangkan di atas, fakta-fakta baru yang diperoleh ada kalanya
baru sesuai dengan teori, jika teori tersebut didefinisikan kembali.
Fakta-fakta tersebut memperterang teori dan mengajak seseorang untuk mengubah
orientasi teori. Dengan adanya orientasi baru dari teori, akan menjurus pula
kepada penemuan fakta-fakta baru.
Fakta
merupakan salah satu unsur dasar dalam suatu penalaraan ilmiah karena merupakan
syarat diterimanya suatu penalaran ilmiah itu sendiri. Dalam Suatu penalaran
ilmiah dibutuhkan data-data yang bersifat real, agar dapat diterima dan
dipertanggungjawabkan kepada publik, Suatu penalaran ilmiah harus dipublikasi
agar dapat dibuktikan keabsahannya dan harus berdasarkan kepada fakta-fakta
yang dapat diterima oleh khalayak banyak
.
Sumber : http://kbbi.web.id/fakta
http://id.wikipedia.org/wiki/Fakta
http://idtesis.com/proposisi-dalil-teori-dan-fakta/