Selasa, 30 Desember 2014

Pengaruh Kelas Sosial dan Status

Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu strata (lapisan) orang-orang yang berkedudukan sama dalam kontinum (rangkaian kesatuan) status sosial. Definisi ini memberitahukan bahwa dalam masyarakat terdapat orang-orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki kedudukan social yang kurang lebih sama. Mereka yang memiliki kedudukan kurang lebih sama akan berada pada suatu lapisan yang kurang lebih sama pula.

Class system adalah penjumlahan kelas-kelas dalam masyarakat, artinya semua orangdan keluarga yang sadar akan kedudukan mereka itu diketahui dan diakui oleh masyarakat umum. Dengan demikian, pengertian kelas adalah paralel dengan pengertian lapisan tanpamembedakan apakah dasar lapisan itu faktor uang, tanah, kekuasaan, atau dasar lainnya. Adapun yang menggunakan istilah kelas hanya untuk lapisan yang berdasarkan atas unsur ekonomi,sedangkan lapisan yang berdasarkan atas kehormatan dinamakan kedudukan

Kedudukan diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Kedudukan sosial di artikan sebagai tempat seseorang, secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya.

Secara abstrak, kedudukan berarti tempat seseorang dalam suatu pola tertentu. Dengan demikian, seseorang dikatakan mempunyai beberapa kedudukan, oleh karena seseorang biasanya ikut serta dalam berbagai pola kehidupan. Pengertian tersebut menunjukkan tempatnya sehubungan dengan kerangka masyarakat secara menyeluruh.

Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan, yaitu:

1.      Ascribed Status

Kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan rohaniah dankemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran, misalnya kedudukananak seorang bangsawan ialah bangsawan pula.

2.      Achieved Status

Kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja.Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Misalnya setiap orang bisamenjadi seorang hakim atau tentara, semua itu tergantung apakah yang bersangkutanmampu menjalani syarat-syarat tersebut atau tidak.
.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kelas sosial biasanya menggunakan ukuran ekonomi dan merupakan suatu kumpulan masyarakat, sedangkan status sosial biasanya menggunakan ukuran kehormatan dan merupakan suatu pribadi.

Pengaruh Kelas sosial dan status terhadap pembelian adalah bagaimana individu menempatkan dirinya pada pasar yang berbeda dan produk yang berbeda pula atau produk yang sama namun berbeda kualitasnya. Biasanya konsumen dalam golongan kelas menengah atas tidak mau disamakan dengan kelas menengah bawah, disini pentimgmya produsen dalam menentukan pasar sebelum melakukan penjualan target pasar mana yang akan diambil dan seperti apa dampak-dampak yang akan timbul dari penentuan target pasar ini.

Bila dilihat dari gaya hidup pun bisa dibedakan kelas sosial dan status dalam masyarakat hal ini yang menjadi diferensiasi dalam pasar selalu dibedakan antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah karena salah satu faktornya adalah daya beli masyarakat. Disini peranan manajemen perusahaan dan pemerintah sangat penting agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat.


Sumber : https://www.academia.edu/7782888/Pengaruh_Kelas_Dan_Status_Sosial

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembeliaan dan Konsumen

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Kebudayaan mempengaruhi perilaku pembelian karena budaya menyerap ke dalam kehidupan sehari-hari. Budaya menetapkan apa yang kita dengar dan apa yang kita makan, dimana kita tinggal dan kemana kita bepergian. Budaya mempengaruhi bagaimana kita membeli dan menggunakan produk dan kepuasan kita terhadap produk tersebut.

Struktur masyarakat dan etnis menentukan sebagian besar apa yang dibeli dan digunakan oleh konsumen individual. Sistem hukum dan pemerintah ialah bagian dari budaya bangsa. Ssitem tersebut menentukan apa yang akan ditawarkan oleh penyuplai, cara-cara produk dapat dipasarkan, dan tingkat dimana konsumen dibolehkan bertindak. Untuk mengembangkan strategi yang efektif, pemasar perlu mengidentifikasi aspek-aspek penting kebudayaan dan bagaimana mereka mempengaruhi konsumen.

Budaya mencakup baik elemen abstrak maupun material. Elemen abstrak mencakup nilai, gagasan, tipe kepribadian, dan ringkasan. Elemen material mencakup benda-benda seperti produk, peralatan, kendaraan maupun gedung. Proses tersebut menyebabkan orang menggunakan nilai-nilai yang mempengaruhi konsumsi seperti sifat hemat, kesenangan, kejujuran dan ambisi.

Faktor- Faktor Kebudayaan Terhadap Pembelian dan Konsumsi menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, dapat berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Faktor budaya memberikan pengaruh yang luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, maupun subbudaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan suatu nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dapat dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.


                http://seputar-mahasiswa.blogspot.com/2012/10/pengaruh-kebudayaan-terhadap-pembelian.html

Rabu, 17 Desember 2014

Pengaruh Sikap dan Perilaku

Sikap merupakan  pikiran dan perasaan yang mendorong kita bertingkah laku ketika kita menyukai atau tidak menyukai sesuatu. Sedang sikap sendiri mengandung tiga komponen yaitu : kognisi, emosi dan perilaku serta bisa konsisten dan bisa juga tidak. Tergantung permasalahan apa yang mereka hadapi. Kraus menemukan beberapa faktor yang memprediksi konsistensi sikap dan perilaku seseorang yaitu: stabil sepanjang waktu, dilakukan dengan keyakinan yang tinggi. konsisten dengan reaksi emosi seseorang ke arah perilaku, terbentuk karena pengalaman langsung, mudah diingat.
Para ahli juga banyak menyumbangkan pengertian sikap. Berikut ini pengertian sikap dari beberapa ahli:
  • Notoatmodjo S. (1997): Sikap adalah reaksi atau respons yang masih tertutup dan seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.
  • Bimo Walgito, (2001): Sikap adalah organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respons atau berpenilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya.
Meski ada begitu banyak pengertian sikap, yang pasti, dalam berbagai ulasan tentang sikap selalu ditemui beberapa konstruksi yang relatif tetap, berkaitan dengan jenis, dimensi, dan hierarki sikap. Umumnya, ada tiga jenis sikap manusia:
  • Kognitif, yang berkaitan dengan apa yang dipelajari, tentang apa yang diketahui tentang suatu objek;
  • Afektif, atau sering disebut faktor emosional, yang berkaitan dengan perasaan (bagaimana perasaan tentang objek);
  • Psikomotorik atau konatif, yakni perilaku (behavioral) yang terlihat melalui predisposisi suatu tindakan.
sifat dari perilaku konsumen yaitu:

1. Consumer Behavior Is Dynamic Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan atau genetika manusia itu sendiri. Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagaikontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.  
Jadi sikap dan perilaku individu sangat mempengaruhi keputusan pembelian, sikap dan perilaku konsumen ini merupakan dasar bagi individu sebagai pelaku perekonomian .
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.

 A. Individual Determinants of Consumer Behavior

1. Demografis, psikografis, dan kepribadian Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi. Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapa yang membeli suatu produk, psikografis menekankan pada penjelasan mengapa produk tersebut dibeli. Sangat penting untuk meneliti faktor psikografis termasuk kepercayaan dan nilai karena kesuksesan industri organik akan bergantung pada tingkat kemampuan memobilisasi konsumen untuk menerima produk organik (Lea & Worsley, 2005). Kepribadian dalam bidang pemasaran memiliki arti sebagai respon yang konsisten terhadap pengaruh lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
 2. Motivasi konsumen Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
 4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi. Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.

 B. Environmental Influences on Consumer Behavior

1. Budaya, etnisitas, dan kelas sosial Budaya adalah kumpulan nilai, ide, artefak, dan simbol-simbol lain yang membantu seseorang untuk berkomunikasi, mengartikan, dan mengevaluasi sebagai bagian dari suatu lingkungan. Budaya terbagi menjadi dua yaitu abstrak dan elemen material yang memberikan kemampuan bagi seseorang untuk mendefinisikan, mengevaluasi, dan membedakan antarbudaya. Elemen abstrak terdiri atas nilai-nilai, sikap, ide, tipe kepribadian, dan kesimpulan gagasan seperti agama atau politik. Material komponen terdiri atas benda-benda seperti buku, komputer, gedung, peralatan, dan lain-lain. Etnisitas adalah suatu elemen penting dalam menentukan suatu budaya dan memprediksi keinginan dan perilaku konsumen. Perilaku konsumen adalah suatu fungsi dari perasaan etnisitas sebagaimana dengan identitas budaya, keadaan sosial, dan tipe produk. Kelas sosial dapat didefinisikan sebagai divisi yang bersifat relatif permanen dan homogenus dalam suatu kumpulan sosial dimana individual atau keluarga saling bertukar nilai, gaya hidup, ketertarikan, kekayaan, status, pendidikan, posisi ekonomi, dan perilaku yang sama. Penelitian pemasaran seringkali berfokus pada variabel-variabel kelas sosial karena penentuan produk apa yang akan dibeli oleh konsumen ditentukan oleh kelas sosial.
 2. Keluarga dan pengaruh rumah tangga Secara ilmiah keluarga dapat diartikan sebagai sekelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang berhubungan darah, pernikahan, atau adopsi yang tinggal berdampingan. Sedangkan rumah tangga adalah semua orang, baik yang berelasi maupun tidak berelasi yang menempati sebuah unit rumah. Keluarga maupun pengaruh rumah tangga mempengaruhi sikap pembelian konsumen. Misalnya kelahiran anak mempengaruhi suatu keluarga untuk menambah perabotan, bahan makanan bayi, dan lain-lain.
 3. Kelompok dan pengaruh personal Suatu perilaku konsumen tak lepas dari pengaruh kelompok dan personal yang dianutnya. Reference group adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempengaruhi perilaku individu secara signifikan. Reference group dapat berupa artis, atlit, tokoh politik, kelompok musik, partai politik, dan lain-lain. Reference group mempengaruhi dalam beberapa cara. Pertama-tama reference group menciptakan sosialisasi atas individu. Kedua reference group berperan penting dalam membangun dan mengevaluasi konsep seseorang dan membandingkannya dengan orang lain. Ketiga, reference group menjadi alat untuk mendapatkan pemenuhan norma dalam sebuah kelompok sosial.

Sumber : http://www.pengertianahli.com/2014/03/pengertian-sikap-apa-itu-sikap.html#_
                http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_manusia

                 http://www.informasiku.com/2011/04/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

Kepribadian Nilai dan Gaya Hidup

Kepribadian nilai merupakan suatu pembeda yang menunjukan kualitas individu itu sendiri dan berguna bagi orang banyak. Kepribadian seseorang sangat mempengaruhi gaya hidup orang tersebut namun jika kepribadiaannya memiliki mutu atau kualitas maka gaya hidupnya pun akan berkualitas. Terdapat berbagai macam tipe kepribadian pada setiap individu yang membuat gaya hidup mereka pun berbeda-beda

Gaya hidup merupakan sebuah penggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). 
Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku

Faktor-faktor yang mempengaruhi Gaya Hidup:

Faktor Internal: Sikap, Pengalaman dan pengamatan, Kepribadian, Konsep diri, Motif dan Persepsi

Faktor Eksternal: Kelompok referensi, Keluarga, Kelas sosial, Kebudayaan

 Manfaat memahami Gaya Hidup konsumen

Pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan segmentasi pasar sasaran. Pemahaman gaya hidup konsumen juga akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan. Jika gaya hidup diketahui, maka pemasar dapat menempatkan iklannya pada media-media yang paling cocok, Mengetahui gaya hidup konsumen, berarti pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup mereka. 

Sumber : https://prezi.com/8jga-_gx5_0m/kepribadian-nilai-dan-gaya-hidup-dalam-perilaku-konsumen/

Minggu, 07 Desember 2014

Sikap Motivasi dan Mawas Diri

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
Kepekaan kita terhadap hal-hal kecil, lingkungan dan orang-orang disekitar kita membuat kedewasaan sikap, itulah yang disebut mawas diri. Mawas diri adalah kemampuan untuk mengatur respons sosial di dunia nyata, mengubah apa yang kamu lakukan agar sesuai dengan kultur, lingkungan, dan kebiasaan orang yang kamu ajak berkomunikasi. Seperti halnya naluri hewan untuk mempertahankan diri dengan berbagai macam cara agar dia terhindar dari predator, misalnya : Ikan anglerfish (Antennarius) dari Filipina mempunyai satu pemikat yang mirip ikan kecil untuk memikat mangsanya, pemikat tersebut adalah perkembangan dari duri pada sirip punggung pertama. Kunang-kunang jantan dan betina saling tertarik dengan cahaya kelap-kelipnya, pola kelap-kelip ini berbeda untuk setiap spesies. Tetapi ada suatu spesies kunang-kunang betina yang dapat meniru kelap-kelip spesies yang lain, bila jantan spesies yang lain itu datang akan dimakan. Manusia juga (bahkan) mempunyai naluri untuk bersikap waspada atau hati-hati dimana dia berada. Naluri adalah bahasa buana dalam jiwa seorang manusia.
Mawas diri itu adalah naluri dasar manusia, namun seiring terabaikan dan terkalahkan dengan seribu macam nafsu keegoan. Bayi justru mempunyai naluri mawas diri yang lebih tinggi dibanding kita yang telah dewasa. Lihatlah ketika kita menggendong bayi, secara refleks si bayi tersebut berpegangan pada tubuh kita, karena dia melindungi dirinya dari kemungkinan jatuh. Selalu, harusnya kita mengasah naluri kita untuk selalu mawas diri. Karena hidup didunia ini seperti hidup di tengah hutan belantara. Manusia dan seluruh mahkluk berlomba dalah mempertahan hidup masing-masing. Lebatnya belantara hidup membuat kita harus selalu waspada, karena hidup begitu keras dan gelap, kadang kitapun harus saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
            Sikap motivasi dan mawas diri sangat diperlukan oleh konsumen dalam melakukan proses pembelian, individu membutuhkan masukan-masukan untuk melakukan pembelian dan mawas diri adalah sebagai pengontrol individu dalam melakukan pembelian agar tidak berlebihan atau tidak efektif dan efesien dalam melakukan pembelian.

sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2011/10/30/mawas-diri-itu-sebuah-naluri-405913.html
              http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

Sumber Daya Konsumen Dan Pengetahuan

            Manusia adalah makhluk yang diciptakan sesempurna mungkin oleh sang kholik yang diberikan akal pikiran dan hawa nafsu, terkadang hawa nafsu itu yang membuat manusia ingin selalu mengkonsumsi suatu barang dan atau jasa dan akal pikiran dalam hal ini pengetahuan seharusnya dapat menjadi filter atau peredam hawa nafsu itu sendiri. Bicara tentang sumber daya konsumen ada banyak cakupannya karena konsumen merupakan manusia yang juga sebagai pelaku ekonomi, manusia belajar dari pengalaman dan pengalaman tersebut merupakan suatu pengetahuan yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan pembelian, berikut ini beberapa cakupan sumberdaya konsumen antara lain :  

Sumberdaya Ekonomi
Sumber Daya Ekonomi adalah segala sumber daya yang dimiliki berupa barangatau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam(SDA) maupun dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat ataukeuntungan (benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangunan ekonomi.Sumber daya ekonomi merupakan salah satu bentuk dari sumber daya konsumen.Sumber daya Ekonomi terdiri dari:
1) Sumber Daya Alam (SDA)Semua sumber / kekayaan yang berasal dari alam (Tanah, air, angin, cahaya matahari,mineral, dsb).Contoh: Sumber daya tanah dapat dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan, lalu hasil perkebunan tersebut dijual sehingga menghasilkan keuntungan.
2) Sumber Daya Manusia (SDM)Semua kegiatan manusia baik jasmani (fisik) maupun rohani yang bertujuan untukkegiatan produksi.Contoh: Petani, nelayan, buruh, karyawan, pegawai, dll.
3)Sumber Daya KewirausahaanSuatu sikap, perilaku, semangat seseorang dalam menangani sebuah usaha atau kegiatanekonomi, sehingga dapat menghasilkan keuntungan.Contoh: Pengusaha kain, pengusaha tahu & tempe, pengusaha peternakan, dll.
4) Sumber Daya Modal Sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang yang dapatdigunakan dalam membantu proses kegiatan produksi.Contoh: Uang, bahan baku, bahan bakar, mesin, bangunan / gedung untuk tempat produksi, dll.Sumber daya ekonomi mempengaruhi sumber daya konsumen, atau biasa dikenaldengan potensi ekonomi. Keadaan ekonomi konsumen sangat mempengaruhi konsumentersebut dalam mengambil sebuah keputusan. Keputusan konsumen sehubungan dengan produk sangat depangaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi yang dimiliki pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Berikut ini adalah pembagian sumber daya ekonomi (pendapatan) konsumen, yaitu:
1)Sumber daya ekonomi individu
2)Sumber daya ekonomi keluarga
3)Sumber daya ekonomi rumah tanggaSelain pendapatan, sumber daya ekonomi lainnya yaitu kekayaan (asset / nilai bersih)dan kredit. Kekayaan seseorang berkorelasi dengan pendapatan orang tersebut.

Sumberdaya Sementara

Barang yang Menggunakan WaktuProduk yang memerlukan pemakaian waktu dalam mengkonsumsinya. Contoh:menonton TV, memancing, golf, tennis (waktu Senggang) tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)

Barang Penghemat Waktu.Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktuleluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.

Sumberdaya Kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepatmerepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saatseseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental.

Kandungan Pengetahuan
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam :

1) Pengetahuan ProdukPengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk, atributatau fitur produk, harga produkdan kepercayaan mengenai produk.

Jenis Pengetahuan Produk:
a.Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk 
b.Pengetahuan tentang manfaat produk
c.Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen

2) Pengetahuan PembelianPengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produkdi dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut.Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut.

Oganisasi Pengetahuan
Pengetahuan organisasi ini dimaksudkan untuk mencakup semua jenis skema untukmengorganisir informasi dan manajemen pengetahuan mempromosikan. Pengetahuan organisasimencakup skema klasifikasi yang mengatur bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-bukudi rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses yang lebih rinci, dan otoritas file yangmengontrol versi varian informasi penting (seperti nama-nama geografis dan nama-nama pribadi). Istilah pengetahuan organisasi ini dimaksudkan untuk mencakup semua jenis skemauntuk mengorganisir informasi dan mempromosikan manajemen pengetahuan.Sistem pengetahuan organisasi yang mencakup Mengatur skema Klasifikasi bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-buku di rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses lebihterperinci, dan Otoritas varian versi file yang mengontrol informasi kunci (seperti nama-namadan nama Geografis -nama pribadi). Mereka juga termasuk kurang-skema tradisional, seperti jaringan dan ontologi. Karena sistem organisasi pengetahuan mekanisme untuk mengorganisir informasi, mereka berada di jantung dari setiap perpustakaan, museum, dan arsip. Sistem organisasi pengetahuan digunakan untuk mengatur bahan-bahan untuk tujuan pengambilan dan untuk mengelola koleksi. Sebuah KOS berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan informasi pengguna dan materi dalam koleksi. Dengan itu, pengguna harus dapat mengidentifikasi objek menarik tanpa pengetahuan sebelumnya keberadaanya. Baik melalui browsing atau mencari langsung, baik melalui tema pada halaman Web atau situs mesin pencari, para KOS membimbing pengguna melalui proses penemuan. Selain itu, Koss mengijinkan penyelenggara untuk menjawab pertanyaan mengenai cakupan pengumpulan dan apa yang dibutuhkan untuk melengkapi itu.

Mengukur Pengetahuan
Pengukuran pengatahuan objektif (objective knowledge) adalah pengukuran yangmenyadap apa yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan.Ukuran pengetahuan objektif, yang berfokus pada potongan informasi khusus yang mungkin diketahuikonsumen. Dan pilihan akhir untuk menilai pengetahuan adalah dengan menggunakan ukuran pengetahuan subjektif (subjective knowledge). Pengetahuan ini direflesikan oleh pengukuran yang menyadap persepsi konsumen mengenai banyaknya pengetahuan mereka sendiri. Padadasarnya, konsumen diminta untuk menilai diri mereka sendiri berkenaan denganpengetahuan produk atau keakraban mereka. Ukuran pengetahuan subjektif berrpusat di sekitar kesan konsumen mengenai pengetahuan total dan keakraban mereka. Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka. Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yangsudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta inidapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlusesuai dengan realitas objektif.


sumber : http://id.scribd.com/doc/242723125/Bab-5-Sumberdaya-Konsumen-Dan-Pengetahuan

Minggu, 16 November 2014

Pesta Demokrasi

Kekuasaan Presiden sedemikian besar di era Orde Baru, dan sebaliknya DPR/MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat sangat lemah. Hal ini dianggap sebagai biang keladi darirusaknya pemerintahan/negara Indonesia, yang menghambat bagi terwujudnya good governance, demokrasi danpenegakkan HAM, yang mengakibatkan penderitaan rakyat. Oleh karena itu, semangat reformasi berangkat darisemangat untuk mengembalikan kekuasaan kepada kedaulatan rakyat sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945. Kembalinya kekuasaan kepada kedaulatan rakyat tidak lain adalah perwujudan dari “semangatdemokrasi”. Oleh karenanya pula, semangat reformasi juga diidentikan dengan semangat demokrasi”. Dengan kata lain, demokrasi menjadi “ruh” dari era reformasi.
Oleh karena itu, sejak lahirnya era reformasi, tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara telah mengalami banyakperubahan, lebih tepatnya telah terjadi perubahan mendasar di mana kebebasan diartikan sebagai wujud demokrasi telah merasuk ke seluruh sendi kehidupan di Indonesia. Hal ini juga bisa dlihat dari“partisipasi publik” terhadap urusan pemerintahan atau negara menjadi meningkat semenjak era reformasi.Singkatnya, UUD 1945 sebagai acuan dasar dinilai tidak cukup (demokratis) untuk mengatur dan mengarahkanpenyelenggaraan negara sesuai dengan harapan rakyat. Oleh karena itu perlu dilakukan reformasi konstitusional (constitutional reform) agar terwujud negara/pemerintahan yang Good governance, demokratisdan menegakkan HAM. Perjalanan reformasi pun bergulir dengan agenda reformasi konstitusional dari tahun 1999s/d 2002 (amandemen UUD 1945).Sejak amandemen ke empat tahun 2002 telah terjadi perubahan mendasar pada UUD 1945 (mengubah prinsipdasar), yang semula penyelenggaraan negara dilaksanakan oleh MPR sekarang dilaksanakan menurut UUD 1945sehingga semua lembaga-lembaga negara dalam UUD 1945 berkedudukan sederajat dan melaksanakan kedaulatanrakyat dalam lingkup wewenang masing-masing (pembagian kekuasaan) serta saling mengawasi dan mengimbangi(check and balances) agar terwujud negara hukum yang demokratis.
Dalam diskusi publik tentang “Tantangan dan Kualitas Pemilu 2014″ di Jakarta, Sekjen Prodem Andrianto mengatakan selama era reformasi, Indonesia sudah melaksanakan tiga kali Pemilu, dua di antaranya Pemilu pemilihan presiden dan wakilnya tahun 2004 dan 2009. Ketiga Pemilu tersebut banyak diapresiasi dan dipuji oleh pemantau Pemilu lokal dan asing seperti Carter Center dan Cetro namun hasil Pemilu tetap saja terbentuk pemerintahan yang kurang amanah, tidak jelas konsep pembangunannya, termasuk DPR dimana lembaga wakil rakyat malah mendapatkan predikat paling korup di Asean, kata Andrianto. Jaringan aktivis Prodem menginginkan Pemilu 2014 yang berkualitas, tidak saja pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil (Jurdil), partisipasi politik rakyat yang tinggi, tapi juga menghasilkan presiden yang amanah, punya konsep pembangunan yang jelas, pro rakyat dan pro pertanian, serta berhasilkan memilih wakil rakyat yang amanah dan anti korupsi, tambah Andrianto.
Masih Prosedural

Anggota Komisi II DPR Malik Haramain (PKB), salah satu pembicara diskusi publik itu, mengakui bahwa Pemilu yang dilakukan selama era reformasi masih bersifat prosedural, belum Pemilu subtantif atau berkualitas.
Walaupun pelaksanaan Pemilu banyak dinilai Jurdil oleh pemantau Pemilu asing tapi hasil Pemilu belum berhasil menciptakan pemerintahan dan DPR yang bersih dan anti korupsi, bahkan korupsi merajalela dari pemerintahan pusat, pemerintah daerah hingga DPR, DPRD tingkat I dan II, kata Malik. Jangan sampai pelaksanaan Pemilu hanya sekedar ada atau diadakan saja tapi juga harus menghasilkan pemerintahan dan DPR yang amanah dan bersih dari korupsi.
Belum lama ini, wakil ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan, bahwa di kalangan Negara Asean, DPR RI merupakan organisasi paling korup, setelah Polri – karena banyak anggota DPR yang terpaksa dijebloskan ke penjara akibat korupsi. Ditambah lagi penangkapan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar karena dugaan korupsi dalam memutuskan perselisihan Pilkada maka semakin membuat rakyat makin pesimis dengan demokrasi, Pemilu dan pengadilan yang menyelesaikan perselisihan Pemilu dan Pilkada.
Yang perlu dikhawatirkan adalah tingkat partisipasi politik masyarakat yang rendah saat Pemilu akibat pemberitaan media tentang korupsi yang dilakukan oknum DPR dan pejabat pemerintah. “Pemberitaan korupsi bisa membangun sikap masyarakat yang apolitis ini dapat berbahaya bagi demokrasi Indonesia,” katanya.
Pesta Korupsi

Ketua umum Serikat Kerakyatan Indonesia (SAKTI) Standarkia Latief, minta kepada semua partai politik (Parpol) agar merekrut kader atau Caleg yang benar. “Jangan merekrut pengangguran, kader yang punya catatan negatif seperti pelaku kriminal, pengguna narkoba, atau yang biasa menggadaikan idealism,” tegas dia. Pemerintah dan Parpol harus menjadikan Pemilu sebagai edukasi politik masyarakat. “Dalam kampanye, Parpol sebaiknya tidak mengutamakan acara hiburan music dan dangdutan. Sebentar-sebentar siram air. Parpol harus mendorong para Caleg untuk berkampanye apa strategi pembangunan dan janji-janji politik jika menang dengan alasan-alasan yang logis dan rasional kepada massanya,” tambah Standarkia. Di sisi lain, pemerintah telah berhasil mengurangi arak-arakan atau konvoi dalam kampanye yang cenderung melanggar aturan lalu lintas, premanisme dan kurang mendidik. Tapi pendidikan politik dalam kampanye juga harus ditingkatkan lagi dengan mengurangi hiburan dan dangdutan.

Sekjen Prodem Andrianto juga menyoroti politik uang saat Pemilu. “Para Caleg dan Capres agar tidak menggunakan politik uang dalam meraih suara pemilih. Rakyat juga harus berani menolak suap. Jangan sampai Pemilu menjadi pesta korupsi rakyat karena menerima suap dari semua Caleg sehingga muncul anekdot ambil uangnya jangan pilih orangnya,” katanya. Jika para Caleg banyak mengeluarkan dana kampanye dari kantongnya sendiri sudah pasti mereka akan mengembalikan modalnya dengan mengkorupsi uang APBN atau dari projek pembangunan. Jangan sampai Pemilu 2014 menjadi pesta korupsi rakyat dari Caleg dan Capres dan bukan pesta demokrasi, tegas Andrianto. Jaringan aktivis Prodem berharap demokrasi memberikan pemerintahan yang bersih, amanah dan sejahterakan, bukan hanya sebatas menghasilkan Pemilu yang regular dan prosedural.

                 https://www.academia.edu/



Penghapusan Kolom Agama Dalam KTP

Akhir-akhir ini ramai diperbancangkan di media maupun di masyarakat luas penghapusan kolom agama di dalam ktp, pro dan kontra terjadi di kalangan masyarakat luas maupun dikalangan para cendekia, sebab kolom agama di dalam ktp ini seperti hanya pelengkap identitas saja namun begitu vital dan sensitif untuk dipermasalahkan.Di indonesia memang perbedaan itu hal yang biasa beraneka ragamnya suku dan agama yang tersebar di masyarakat luas menjadi gambaran bahwa indonesia adalah negara yang menghargai perbedaan. namun pluralisme ini ditafsirkan berbeda-beda pula yang menghasilkan dan melahirkan persepsi diskriminatif di kalangan masyarakat, yang lebih hebat lagi bukan orang yang tidak berilmu yang menimbulkan persepsi-persepsi seperti ini.Sebetulnya orang-orang alim itu adalah figur yang dijadikan contoh dan pelurus bagi umat bukan malah jadi perusak dan pembuat kerusakan dari perbedaan yang terjadi, banyak terjadi fenomena-fenomena yang memalukan dan melibatkan abdi-abdi allah ini, memang jika berkata tentang benar atau salah relatif jawbannya dan kebenaran kini dapat diperjual belikan dan diciptakan sendiri, akan tetapi bila kita jadikan acuan sunah rasululallah yang pernah ditanya oleh sahabatnya tentang kebenaran, rasulullah menjawab kebenaran itu disini beradanya (seraya Ia memegang dadanya). jika yang dimaksudkan itu berada di dalam hati, memang hati manusia itu sama hanya saja niat yang ditanamkan setiap manusia berbeda, disini menimbukan pluralisme kembali terjadi sebab pruralisme adalah kodrat manusia, perbedaan itu sudah menjadi kodrat dan tidak bisa di sangkal lagi. 

Polemik terjadi ketika mulai ramai dibincangkan tentang penhapusan kolom agama di dalam ktp Pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, tidak pernah punya pemikiran untuk menghapus hal-hal yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Adanya kolom agama dalam KTP ‘kan tidak menjadi penghalang bagi kami untuk memberikan pelayanan'. Selain itu, manfaatnya lebih besar, kata Zudan. Dia kemudian memberikan contoh kegunaan KTP ketika seseorang meninggal dunia. Dari mana kita tahu perlakuan agama yang tepat kepada jenazah? Apakah harus dikafani, atau diberi perlakuan sesuai dengan agama Kristen atau Katolik, Hindu, atau Buddha? namun terjadi perbedaan pandangan disini. Bagaimanapun aktivis LSM Setara Institute -yang membidangi masalah kebebasan beragama- Bonar Tigos Naipospos, mengatakan kolom agama dalam KTP sejauh ini menimbulkan perlakuan diskriminasi terhadap sejumlah warga Indonesia.”Dampak adanya kolom agama pada KTP sejauh ini menimbulkan diskriminasi terhadap warga Indonesia, khususnya kepada para penganut aliran kepercayaan. Meskipun saat ini mereka diberikan hak untuk mengosongkan kolom agama pada KTP, mereka bisa dituding ateis, simpatisan komunis, dan dilecehkan, kata Bonar. Bonar menambahkan argumentasi bahwa kolom agama pada KTP memudahkan penanganan keagamaan terhadap jenazah dianggap sumir.Itu bisa ditanyakan ke orang-orang terdekatnya atau keluarganya. Polemik mengenai kolom agama KTP bukan kali ini saja terjadi.Pada Desember 2013 lalu, Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta menilai pencantuman agama dalam KTP tidak terlalu penting dan tak memiliki manfaat bagi orang lain.

            Seharusnya kita kembali lagi pada pancasila soal agama kembali pada iman masing-masing setiap makhluk karna tuhan telah mengkaruniakannya kepada setiap ciptaanya tinggal bagaimana kita sebagai manusia mengamalkannya. Jika ada isu tentang adanya kepentingan-kepentingan kelompok tertentu tidak usah terlalu dipermasalahkan sebab Indonesia mempunyai jati diri mempunyai ideologi dan undang-undang yang dapat membatasi ruang gerak kelompok-kelompok tertentu yang berkepentingan. Tidak perlu dijadikan perdebatan panjang Indonesia baru saja melaksanakan pesta demokrasi, terjadi transisi dari pemerintahan lama ke pemerintahan baru, yang harus difokuskan adalah bagaimana perubahan terjadi, pembenahan-pembenahan harus dilakukan, dan harus selalu dipantau bersama kinerja pemerintahan agar terjadi kontrol yang baik bagi pemerintahan baru. Seperti presiden ke-4 Indonesia, gusdur yang pernah berkata “tidak penting apa agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan hal baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”.

sumber : http://ariosasongko.weebly.com/4/post/2012/08/politik-sara.html
              http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/06/140619_agama_ktp 

Selasa, 11 November 2014

Pembelian

        Pembelian merupakan kegiatan konsumen dalam menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkannya yang melewati beberapa tahap proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Keputusan pembelian konsumen merupakan sebuah tindakan yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk. Setiap produsen pasti menjalankan berbagai strategi agar konsumen memutuskan untuk membeli produknya.
    
      Menurut Kotler (2002), keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakat Sebelum konsumen memutuskan untuk membeli, biasanya konsumen melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu, (1) pengenalan masalah, (2) pencarian informasi. (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan membeli atau tidak, (5) perilaku pascapembelian. Pengertian lain tentang Keputusan pembelian menurut Schiffman dan Kanuk (2000: 437) adalah “the selection of an option from two or alternative choice”. Dapat diartikan, keputusan pembelian adalah suatu keputusan seseorang dimana dia memilih salah satu dari beberapa alternatif pilihan yang ada.
    
      Dalam buku Marketing Management: Twelfth Edition oleh Philip Kolter dan Kevin Lane Keller pada tahun 2006, perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya. 

Faktor budaya
Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lainnya. Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, suku, agama, ras, kelompok bagi para anggotanya. Ketika sub-budaya menjadi besar dan cukup makmur, perusahaan akan sering merancang program pemasaran yang cermat disana.
Faktor sosial
Selain faktor budaya, perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status sosial. Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut. Keluarga meruapkan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Peran dan status sosial seseorang menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.
Contoh, seorang yang memiliki peran sebagai manajer dan status yang lebih tinggi dari pegawai kantor, dimana ia juga memiliki banyak keluarga dan anak, tentu ia akan tertarik dengan produk mobil dari Toyota, karena ada kesesuaian antara kebutuhan dan keunggulan Toyota sebagai mobil keluarga ideal terbaik Indonesia, ia bahkan juga bisa membeli pakaian mahal dan juga keluarganya, membeli rumah besar untuk keluarganya dan lain-lain.
Faktor pribadi
Keputusan membeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, juga nilai dan gaya hidup pembeli.

Psikologi
Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah adanya rangsangan pemasaran luar seperti ekonomi, teknologi, politik, budaya. Satu perangkat psikologi berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan pembelajaran) secara fundamental, mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran.
     Berdasarkan definisi diatas disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah tindakan yang dilakukan konsumen untuk melakukan pembelian sebuah produk. Oleh karena itu, pengambilan keputusan pembelian konsumen merupakan suatu proses pemilihan salah satu dari beberapa alternatif penyelesaian masalah dengan tindak lanjut yang nyata. Setelah itu konsumen dapat melakukan evaluasi pilihan dan kemudian dapat menentukan sikap yang akan diambil selanjutnya.


Kamis, 30 Oktober 2014

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian

      Evaluasi alternatif sebelum pembelian merupakan tahap paling akhir dari pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Setelah  melalui beberapa tahap proses pengambilan keputusan dari memahami kebutuhan dan selanjutnya hingga menimbang evaluasi alternatif pembelian yaitu memilih alternatif pembelian lain dan lalu di evaluasi.
       Kriteria evaluasi :
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternative-alternative pilihan , Kriteria alternative dapat muncul dalam berbagai bentuk ,misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria ,keselamatan , kenyamanan , harga , merek , negara asal ( country of origin ) dan juga spekhedonik seperti gengsi , kebahagian , kesenangan dan sebagainya.
Beberapa kriteria evaluasi yang umum adalah :

a. HargaHarga menentukan pemilihan alternative.Konsumen cenderung akanmemilih harga yang murah untuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengavaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.

 b. Nama MerekMerek terbukti menjadi determinan dalam setiap pembelian . nampaknyamerek merupakan pengganti dari mutu dan spesifikasi produk.Ketika konsumensulit menilai kriteria kualitas produk kepercayaan pada merek lama yang sudahmemiliki reputasi sangat baik dapat mengurangi resika kesalahan dalam pembelian.

c. Negara Asal Negara asal dimana produk di hasilkan menjadi pertimbangan pentingdikalangan konsumen negara asal sering mencitrakan kualitas produk.Konsumenmungkin sudah tidak meragukan lagi kualitas produk elektronik dari jepang .Sementara untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan swiss merupakan produk yang handal tak teragukan .

d. Saliensi ( Atribut yang mencolok )Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa kriteria evaluasi kerap berbedadengan pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. 

Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah  hal yang penting , tetapi tidak untuk produk yang lain .Atribut yang mencolok ( salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasidi sebut sebagai atribut determinan.
            Menentukan alternatif pilihan Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakankumpulan dari sejumlah keputusan.Setiap keputusan membeli mempunyai beberapa komponen:
a. Keputusan tentang jenis produk , 
b. Keputusan tentang bentuk produk ,
c. Keputusan tentang merk ,
d. Keputusan tentang penjualnya ,
e. Keputusan tentang jumlah produk ,
f. Keputusan tentang waktu pembelian ,dan
g. Keputusan tentang cara pembayaran.

Mengevaluasi alternatif. Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan menentukan alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Setelah kriteria yang akan menjadi alterlatif pilihan ditentukan barulah konsumen menentukan alternative produk yang menjadi pilihan.

Menaksir alternatif pilihan Ada tiga sudut pandang dalam menganalisis/menaksir alternatif pilihan keputusan konsumen :

a.Sudut Pandang EkonomisKonsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yangmengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkatdari setiap alternatif yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannyaserta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic man. 

b.Sudut Pandang KognitifKonsumen sebagai kognitif man atau sebagai problem solver. Kosumenmerupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi
inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economicman dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasiyang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilankeputusannya pada keputusan yang memuaskan.

c. Sudut Pandang EmosianalMenekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya,apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkanemosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.

Menyeleksi aturan pengambilan keputusanTeori-teori pengambilan keputusan konsumen bervariasi, tergantung kepada asumsi peneliti mengenai sifat-sifat manusia Terdapat empat pandangan atas pengambilan keputusan konsumen:

a. Pandangan ekonomi,Konsumen sering dianggap sebagai pengambil keputusan yang rasional. 

b. Pandangan pasif,Menggambarkan konsumen sebagai orang yang pada dasarnya tunduk padakepentingan melayani diri dan usaha promosi para pemasar. Para konsumen dianggapsebagai pembeli yang menurutkan kata hati dan irasional.

c. Pandangan kognitif,Menggambarkan konsumen berada diantara pandangan ekonomi dan pandangan pasif yang ekstrim, yang tidak (atau tidak dapat) memperoleh pengetahuan yang mutlakmengenai semua alternatif produk yang tersedia dan karena itu tidak dapat mengambilkeputusan yang sempurna, namun secara aktif mencari informasi dan berusahamengambil keputusan yang memuaskan.

d. Pandangan emosional,Mengambil keputusan yang emosional atau impulsive (menurutkan desakan hati).


Sumber : http://id.scribd.com/doc/241896131/Bab-4-Evaluasi-Alternatif-Sebelum-Pembelian