Senin, 29 Oktober 2012

freedom for expression

        Nama gue Raka Aditya, bicara tentang anak muda zaman sekarang mereka kalo di suruh sama orang tua pasti mendesah, mendesah dalam arti bilang ah nanti, ah males, ah cape. sekarang jamannya udah berubah malah anak muda sekarang lebih suka nyuruh orang tuanya daripada disuruh, untung kita hidupnya gak di zaman malin kundang coba kalau kita hidup di zaman malin kundang toko-toko tempat jualan patung udah penuh sama patung manusia pada dikutuk jadi batu.
       Ada yang salah mungkin dari cara mendidiknya atau mungkin anaknya gapernah makan bangku sekolahan, lebih parah kayanya anak yang suka makan bangku sekolahan kaya ga dikasih makan aja sama orang tuanya. anak muda sekarang lebih suka apa yang mereka anggap trend di lingkungannya dan kadang-kadang mereka gak terlalu menghiraukan sisi positif atau negatifnya, lagi trend tawuran pada tawuran, trend korupsi pada ikut ikutan korupsi, sampe gay aja dijadiin trend, apaan lagi ini.... Namun mereka yang seperti itu mungkin karena mereka anggap ga ada lagi cewe yang mau sama dia, padahal masih banyak ikan dilaut cewe itu banyak kalo masih gak ada yang mau ya pacaran aja sama ikan dan ada juga yang gamau pusing pacaran sama cewe gamau ngejomblo juga. padahal apa salahnya sih orang yang jomblo itu sampe-sampe di diskriminasiin kaya ada sistem kasta gitu orang yang pacaran sama jomblo yang jelas jomblo itu dapet kasta pariya(orang-orang yang terbuang) miris maksimal. padahal yang punya pacar juga belum tentu mereka bahagia. Jadi buat para jomblo gausah khawatir mereka sebenernya sama ko yang   Orang aneh itu cowo yang mau-maunya nganter jemput cewe kesana kemari, lu tukang ojek apa pacarnya. Udah terlalu dibutakan oleh cinta ya kaya gitu lebih takut sama pacarnya daripada sama orang tuanya, padahal yang ngeluarin kita mama kita kan bukan pacar kita. Mulai sekarang coba deh buat nurut sama orang tua daripada sama pacar, kita putus sama pacar ngadunya sama orang tua-orang tua kita juga kan terus pacar itu ada istilah mantan pacar orang tua jarang banget ada istilah mantan orang tua. Coba buat prioritasin apa yang lebih penting kita udah dewasa tau mana yang harus jadi prioritas mana yang harus dikesampingkan, bedain mana yang jadi kebutuhan dan mana yang jadi keinginan. ngalamin kegalauan wajar emosi naik turun wajar pioritasin pacar daripada orang tua itu baru kurang ajar.

Manusia & kebudayaan


         Manusia adalah individu yg tidak bisa lepas dari bersosialisasi karena manusia adalah makhluk sosial yg berbudaya. Setiap manusia mempunyai dan menciptakan kebudayaannya masing-masing yang biasanya adalah karena bawaan dari orang tua dan lingkungannya, bukan karena kesadaran diri sendiri. Manusia adalah makluk hidup, setiap makhluk hidup memiliki proses untuk tumbuh dan berkembang dan disaat tumbuh dan berkembang ada proses belajar dan identifikasi yang dilakukan, Sejak kecil kita sebagai manusia sudah di tanamkan kebudayaan yang ada di lingkungan kita, dalam lingkup keluarga maupun bermasyarakat. Dan karena rasa ingin tahu manusia itu sangat besar mereka akan mengembangkan kebudayaannya sendiri dalam proses belajar mereka, disitu perlu konsistensi dan loyalitas agar tidak terpengaruh oleh budaya luar yang negatif tapi kita harus tetap terbuka agar kita bisa belajar dengan harus memfilter mana yang negatif dan mana yang positif.
          Budaya atau culture merupakan hasil cipta, karya, karsa, prasa manusia. Budaya bentuk jamak dari buddhi (akal) yang bersifat universal (milik bersama), hasil dari proses belajar, stabil dan dinamis, dan merupakan atribut manusia/berdasarkan pada lambang. Kebudayaan bersifat abstrak, namun bisa kita rasakan melalui panca indra seperti tarian, musik, dll. 
Hubungan antara unsur kebudayaan dan masyarakat, yaitu:
1. Sistem religi.
       Kepercayaan/rohaniah mausia.
2. Sistem pengetahuan.
       Tentang alam dan manusia
3. Peralatan dan perlengkapan hidup.
        Meliputi alat produksi,senjata, rumah, makanan, perhiasan, pakaian, dll
4. Mata Pencaharian.
         Seperti berburu meramu, berternak, nelayan, bertani
5. Sistem Kemasyarakatan.
         Sistem kekerabatan : 1. Matrilineal
                                           2. Patrilineal
6. Kesenian.
         Seni rupa, suara, dan sastra
7. Bahasa
          Alat ekspresi dan komunikasi  
        Sistem kekerabatan bicara tentang sustem kekerebatan di suatu daerah di indonesia ada yang menggunakan sistem kekerabatan matrilineal/menarik garis ibu dan juga patrilineal/ menarik garis ayah di padang contohnya bila wanita ingin menikah dengan penduduk disana maka wanita itu harus membayar si pria berdasarkan kesuksesan yang telah dicapai oleh pria tersebut. Beralih kepada bahasa yang merupakan alat ekspresi dan komunikasi dan dicantumkan pula dalam teks sumpah pemuda bagian ketiga yang berbunyi menjungjung bahasa persatuan bahasa indonesia. Nyatanya pemuda di era sekarang lebih senang menggunakan bahasa-bahasa yang mereka anggap trend dalam lingkungan mereka contohnya "ciyuss" (serius) "miapah" (demi apa) bagaimana bisa kita disebut telah menjungjung bahasa persatuan kalo bahasa kita seperti ini. Namun semuanya tidak bisa dipaksakan harus ada kesadaran dari diri sendiri intinya kembali kepada diri kita masing-masing karena manusia melewati beberapa tahap dalam menuju kedewasaannya.
         Manusia dan Kebudayaan menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan keduanya tidak melihatkan kontradiksi dan saling berkorelasi, manusia tidak berbudaya itu bagai taman tak berbunga, dan budaya tidak akan tercipta tanpa adanya manusia. Namun sekarang ini terlalu banyak budaya-budaya yang kontradiksi dengan budaya asli indonesia, seharusnya manusia bisa menciptakan akulturasi agar budaya aslinya tidak hilang, juga harus melakukan asimilasi namun dengan budaya-budaya yang dapat diterim dn sesuai dengan nilai dan norma. Maraknya propaganda-propaganda dan difusi budaya negatif di indonesia yang merusak kepribadian dan moral bangsa. Salah satu cara agar kita terhindar dari hal-hal tersebut kit harus melakukan inovasi-inovasi agar tidak bertemu dengan titik jenuh yang mudah membuat kita terbawa pada budaya negatif. Moral bangsa indonesia sudah rusak hal-hal yang negatif dijadikan kebiasaan bahkan dibudayakan. Kembali pada diri kita masing-masing pada kesadaran diri sendiri, dimana bumi dipijak disitu langit dijungjung. kita harus bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan mulai dengan bertanya pada diri sendiri siapa kita, dimana kita, bagaimana kita. agar tidak terjadi distorsi dalam kebudayaan.