Selasa, 30 Desember 2014

Pengaruh Kelas Sosial dan Status

Kelas sosial didefinisikan sebagai suatu strata (lapisan) orang-orang yang berkedudukan sama dalam kontinum (rangkaian kesatuan) status sosial. Definisi ini memberitahukan bahwa dalam masyarakat terdapat orang-orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki kedudukan social yang kurang lebih sama. Mereka yang memiliki kedudukan kurang lebih sama akan berada pada suatu lapisan yang kurang lebih sama pula.

Class system adalah penjumlahan kelas-kelas dalam masyarakat, artinya semua orangdan keluarga yang sadar akan kedudukan mereka itu diketahui dan diakui oleh masyarakat umum. Dengan demikian, pengertian kelas adalah paralel dengan pengertian lapisan tanpamembedakan apakah dasar lapisan itu faktor uang, tanah, kekuasaan, atau dasar lainnya. Adapun yang menggunakan istilah kelas hanya untuk lapisan yang berdasarkan atas unsur ekonomi,sedangkan lapisan yang berdasarkan atas kehormatan dinamakan kedudukan

Kedudukan diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Kedudukan sosial di artikan sebagai tempat seseorang, secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya.

Secara abstrak, kedudukan berarti tempat seseorang dalam suatu pola tertentu. Dengan demikian, seseorang dikatakan mempunyai beberapa kedudukan, oleh karena seseorang biasanya ikut serta dalam berbagai pola kehidupan. Pengertian tersebut menunjukkan tempatnya sehubungan dengan kerangka masyarakat secara menyeluruh.

Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan, yaitu:

1.      Ascribed Status

Kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan rohaniah dankemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran, misalnya kedudukananak seorang bangsawan ialah bangsawan pula.

2.      Achieved Status

Kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja.Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Misalnya setiap orang bisamenjadi seorang hakim atau tentara, semua itu tergantung apakah yang bersangkutanmampu menjalani syarat-syarat tersebut atau tidak.
.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kelas sosial biasanya menggunakan ukuran ekonomi dan merupakan suatu kumpulan masyarakat, sedangkan status sosial biasanya menggunakan ukuran kehormatan dan merupakan suatu pribadi.

Pengaruh Kelas sosial dan status terhadap pembelian adalah bagaimana individu menempatkan dirinya pada pasar yang berbeda dan produk yang berbeda pula atau produk yang sama namun berbeda kualitasnya. Biasanya konsumen dalam golongan kelas menengah atas tidak mau disamakan dengan kelas menengah bawah, disini pentimgmya produsen dalam menentukan pasar sebelum melakukan penjualan target pasar mana yang akan diambil dan seperti apa dampak-dampak yang akan timbul dari penentuan target pasar ini.

Bila dilihat dari gaya hidup pun bisa dibedakan kelas sosial dan status dalam masyarakat hal ini yang menjadi diferensiasi dalam pasar selalu dibedakan antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah karena salah satu faktornya adalah daya beli masyarakat. Disini peranan manajemen perusahaan dan pemerintah sangat penting agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat.


Sumber : https://www.academia.edu/7782888/Pengaruh_Kelas_Dan_Status_Sosial

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembeliaan dan Konsumen

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Kebudayaan mempengaruhi perilaku pembelian karena budaya menyerap ke dalam kehidupan sehari-hari. Budaya menetapkan apa yang kita dengar dan apa yang kita makan, dimana kita tinggal dan kemana kita bepergian. Budaya mempengaruhi bagaimana kita membeli dan menggunakan produk dan kepuasan kita terhadap produk tersebut.

Struktur masyarakat dan etnis menentukan sebagian besar apa yang dibeli dan digunakan oleh konsumen individual. Sistem hukum dan pemerintah ialah bagian dari budaya bangsa. Ssitem tersebut menentukan apa yang akan ditawarkan oleh penyuplai, cara-cara produk dapat dipasarkan, dan tingkat dimana konsumen dibolehkan bertindak. Untuk mengembangkan strategi yang efektif, pemasar perlu mengidentifikasi aspek-aspek penting kebudayaan dan bagaimana mereka mempengaruhi konsumen.

Budaya mencakup baik elemen abstrak maupun material. Elemen abstrak mencakup nilai, gagasan, tipe kepribadian, dan ringkasan. Elemen material mencakup benda-benda seperti produk, peralatan, kendaraan maupun gedung. Proses tersebut menyebabkan orang menggunakan nilai-nilai yang mempengaruhi konsumsi seperti sifat hemat, kesenangan, kejujuran dan ambisi.

Faktor- Faktor Kebudayaan Terhadap Pembelian dan Konsumsi menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan perwujudan kebudayaan yaitu benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, dapat berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Faktor budaya memberikan pengaruh yang luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, maupun subbudaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan suatu nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dapat dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.


                http://seputar-mahasiswa.blogspot.com/2012/10/pengaruh-kebudayaan-terhadap-pembelian.html

Rabu, 17 Desember 2014

Pengaruh Sikap dan Perilaku

Sikap merupakan  pikiran dan perasaan yang mendorong kita bertingkah laku ketika kita menyukai atau tidak menyukai sesuatu. Sedang sikap sendiri mengandung tiga komponen yaitu : kognisi, emosi dan perilaku serta bisa konsisten dan bisa juga tidak. Tergantung permasalahan apa yang mereka hadapi. Kraus menemukan beberapa faktor yang memprediksi konsistensi sikap dan perilaku seseorang yaitu: stabil sepanjang waktu, dilakukan dengan keyakinan yang tinggi. konsisten dengan reaksi emosi seseorang ke arah perilaku, terbentuk karena pengalaman langsung, mudah diingat.
Para ahli juga banyak menyumbangkan pengertian sikap. Berikut ini pengertian sikap dari beberapa ahli:
  • Notoatmodjo S. (1997): Sikap adalah reaksi atau respons yang masih tertutup dan seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.
  • Bimo Walgito, (2001): Sikap adalah organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respons atau berpenilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya.
Meski ada begitu banyak pengertian sikap, yang pasti, dalam berbagai ulasan tentang sikap selalu ditemui beberapa konstruksi yang relatif tetap, berkaitan dengan jenis, dimensi, dan hierarki sikap. Umumnya, ada tiga jenis sikap manusia:
  • Kognitif, yang berkaitan dengan apa yang dipelajari, tentang apa yang diketahui tentang suatu objek;
  • Afektif, atau sering disebut faktor emosional, yang berkaitan dengan perasaan (bagaimana perasaan tentang objek);
  • Psikomotorik atau konatif, yakni perilaku (behavioral) yang terlihat melalui predisposisi suatu tindakan.
sifat dari perilaku konsumen yaitu:

1. Consumer Behavior Is Dynamic Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih konsumennya.
2. Consumer Behavior Involves Interactions Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan atau genetika manusia itu sendiri. Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagaikontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.  
Jadi sikap dan perilaku individu sangat mempengaruhi keputusan pembelian, sikap dan perilaku konsumen ini merupakan dasar bagi individu sebagai pelaku perekonomian .
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.

 A. Individual Determinants of Consumer Behavior

1. Demografis, psikografis, dan kepribadian Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi. Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapa yang membeli suatu produk, psikografis menekankan pada penjelasan mengapa produk tersebut dibeli. Sangat penting untuk meneliti faktor psikografis termasuk kepercayaan dan nilai karena kesuksesan industri organik akan bergantung pada tingkat kemampuan memobilisasi konsumen untuk menerima produk organik (Lea & Worsley, 2005). Kepribadian dalam bidang pemasaran memiliki arti sebagai respon yang konsisten terhadap pengaruh lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
 2. Motivasi konsumen Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
 4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi. Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.

 B. Environmental Influences on Consumer Behavior

1. Budaya, etnisitas, dan kelas sosial Budaya adalah kumpulan nilai, ide, artefak, dan simbol-simbol lain yang membantu seseorang untuk berkomunikasi, mengartikan, dan mengevaluasi sebagai bagian dari suatu lingkungan. Budaya terbagi menjadi dua yaitu abstrak dan elemen material yang memberikan kemampuan bagi seseorang untuk mendefinisikan, mengevaluasi, dan membedakan antarbudaya. Elemen abstrak terdiri atas nilai-nilai, sikap, ide, tipe kepribadian, dan kesimpulan gagasan seperti agama atau politik. Material komponen terdiri atas benda-benda seperti buku, komputer, gedung, peralatan, dan lain-lain. Etnisitas adalah suatu elemen penting dalam menentukan suatu budaya dan memprediksi keinginan dan perilaku konsumen. Perilaku konsumen adalah suatu fungsi dari perasaan etnisitas sebagaimana dengan identitas budaya, keadaan sosial, dan tipe produk. Kelas sosial dapat didefinisikan sebagai divisi yang bersifat relatif permanen dan homogenus dalam suatu kumpulan sosial dimana individual atau keluarga saling bertukar nilai, gaya hidup, ketertarikan, kekayaan, status, pendidikan, posisi ekonomi, dan perilaku yang sama. Penelitian pemasaran seringkali berfokus pada variabel-variabel kelas sosial karena penentuan produk apa yang akan dibeli oleh konsumen ditentukan oleh kelas sosial.
 2. Keluarga dan pengaruh rumah tangga Secara ilmiah keluarga dapat diartikan sebagai sekelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang berhubungan darah, pernikahan, atau adopsi yang tinggal berdampingan. Sedangkan rumah tangga adalah semua orang, baik yang berelasi maupun tidak berelasi yang menempati sebuah unit rumah. Keluarga maupun pengaruh rumah tangga mempengaruhi sikap pembelian konsumen. Misalnya kelahiran anak mempengaruhi suatu keluarga untuk menambah perabotan, bahan makanan bayi, dan lain-lain.
 3. Kelompok dan pengaruh personal Suatu perilaku konsumen tak lepas dari pengaruh kelompok dan personal yang dianutnya. Reference group adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempengaruhi perilaku individu secara signifikan. Reference group dapat berupa artis, atlit, tokoh politik, kelompok musik, partai politik, dan lain-lain. Reference group mempengaruhi dalam beberapa cara. Pertama-tama reference group menciptakan sosialisasi atas individu. Kedua reference group berperan penting dalam membangun dan mengevaluasi konsep seseorang dan membandingkannya dengan orang lain. Ketiga, reference group menjadi alat untuk mendapatkan pemenuhan norma dalam sebuah kelompok sosial.

Sumber : http://www.pengertianahli.com/2014/03/pengertian-sikap-apa-itu-sikap.html#_
                http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_manusia

                 http://www.informasiku.com/2011/04/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html

Kepribadian Nilai dan Gaya Hidup

Kepribadian nilai merupakan suatu pembeda yang menunjukan kualitas individu itu sendiri dan berguna bagi orang banyak. Kepribadian seseorang sangat mempengaruhi gaya hidup orang tersebut namun jika kepribadiaannya memiliki mutu atau kualitas maka gaya hidupnya pun akan berkualitas. Terdapat berbagai macam tipe kepribadian pada setiap individu yang membuat gaya hidup mereka pun berbeda-beda

Gaya hidup merupakan sebuah penggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). 
Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku

Faktor-faktor yang mempengaruhi Gaya Hidup:

Faktor Internal: Sikap, Pengalaman dan pengamatan, Kepribadian, Konsep diri, Motif dan Persepsi

Faktor Eksternal: Kelompok referensi, Keluarga, Kelas sosial, Kebudayaan

 Manfaat memahami Gaya Hidup konsumen

Pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan segmentasi pasar sasaran. Pemahaman gaya hidup konsumen juga akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan. Jika gaya hidup diketahui, maka pemasar dapat menempatkan iklannya pada media-media yang paling cocok, Mengetahui gaya hidup konsumen, berarti pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup mereka. 

Sumber : https://prezi.com/8jga-_gx5_0m/kepribadian-nilai-dan-gaya-hidup-dalam-perilaku-konsumen/

Minggu, 07 Desember 2014

Sikap Motivasi dan Mawas Diri

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
Kepekaan kita terhadap hal-hal kecil, lingkungan dan orang-orang disekitar kita membuat kedewasaan sikap, itulah yang disebut mawas diri. Mawas diri adalah kemampuan untuk mengatur respons sosial di dunia nyata, mengubah apa yang kamu lakukan agar sesuai dengan kultur, lingkungan, dan kebiasaan orang yang kamu ajak berkomunikasi. Seperti halnya naluri hewan untuk mempertahankan diri dengan berbagai macam cara agar dia terhindar dari predator, misalnya : Ikan anglerfish (Antennarius) dari Filipina mempunyai satu pemikat yang mirip ikan kecil untuk memikat mangsanya, pemikat tersebut adalah perkembangan dari duri pada sirip punggung pertama. Kunang-kunang jantan dan betina saling tertarik dengan cahaya kelap-kelipnya, pola kelap-kelip ini berbeda untuk setiap spesies. Tetapi ada suatu spesies kunang-kunang betina yang dapat meniru kelap-kelip spesies yang lain, bila jantan spesies yang lain itu datang akan dimakan. Manusia juga (bahkan) mempunyai naluri untuk bersikap waspada atau hati-hati dimana dia berada. Naluri adalah bahasa buana dalam jiwa seorang manusia.
Mawas diri itu adalah naluri dasar manusia, namun seiring terabaikan dan terkalahkan dengan seribu macam nafsu keegoan. Bayi justru mempunyai naluri mawas diri yang lebih tinggi dibanding kita yang telah dewasa. Lihatlah ketika kita menggendong bayi, secara refleks si bayi tersebut berpegangan pada tubuh kita, karena dia melindungi dirinya dari kemungkinan jatuh. Selalu, harusnya kita mengasah naluri kita untuk selalu mawas diri. Karena hidup didunia ini seperti hidup di tengah hutan belantara. Manusia dan seluruh mahkluk berlomba dalah mempertahan hidup masing-masing. Lebatnya belantara hidup membuat kita harus selalu waspada, karena hidup begitu keras dan gelap, kadang kitapun harus saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
            Sikap motivasi dan mawas diri sangat diperlukan oleh konsumen dalam melakukan proses pembelian, individu membutuhkan masukan-masukan untuk melakukan pembelian dan mawas diri adalah sebagai pengontrol individu dalam melakukan pembelian agar tidak berlebihan atau tidak efektif dan efesien dalam melakukan pembelian.

sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2011/10/30/mawas-diri-itu-sebuah-naluri-405913.html
              http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

Sumber Daya Konsumen Dan Pengetahuan

            Manusia adalah makhluk yang diciptakan sesempurna mungkin oleh sang kholik yang diberikan akal pikiran dan hawa nafsu, terkadang hawa nafsu itu yang membuat manusia ingin selalu mengkonsumsi suatu barang dan atau jasa dan akal pikiran dalam hal ini pengetahuan seharusnya dapat menjadi filter atau peredam hawa nafsu itu sendiri. Bicara tentang sumber daya konsumen ada banyak cakupannya karena konsumen merupakan manusia yang juga sebagai pelaku ekonomi, manusia belajar dari pengalaman dan pengalaman tersebut merupakan suatu pengetahuan yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan pembelian, berikut ini beberapa cakupan sumberdaya konsumen antara lain :  

Sumberdaya Ekonomi
Sumber Daya Ekonomi adalah segala sumber daya yang dimiliki berupa barangatau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik itu yang berasal dari sumber daya alam(SDA) maupun dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat memberikan manfaat ataukeuntungan (benefit), serta dapat diolah sebagai modal dasar dalam pembangunan ekonomi.Sumber daya ekonomi merupakan salah satu bentuk dari sumber daya konsumen.Sumber daya Ekonomi terdiri dari:
1) Sumber Daya Alam (SDA)Semua sumber / kekayaan yang berasal dari alam (Tanah, air, angin, cahaya matahari,mineral, dsb).Contoh: Sumber daya tanah dapat dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan, lalu hasil perkebunan tersebut dijual sehingga menghasilkan keuntungan.
2) Sumber Daya Manusia (SDM)Semua kegiatan manusia baik jasmani (fisik) maupun rohani yang bertujuan untukkegiatan produksi.Contoh: Petani, nelayan, buruh, karyawan, pegawai, dll.
3)Sumber Daya KewirausahaanSuatu sikap, perilaku, semangat seseorang dalam menangani sebuah usaha atau kegiatanekonomi, sehingga dapat menghasilkan keuntungan.Contoh: Pengusaha kain, pengusaha tahu & tempe, pengusaha peternakan, dll.
4) Sumber Daya Modal Sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang yang dapatdigunakan dalam membantu proses kegiatan produksi.Contoh: Uang, bahan baku, bahan bakar, mesin, bangunan / gedung untuk tempat produksi, dll.Sumber daya ekonomi mempengaruhi sumber daya konsumen, atau biasa dikenaldengan potensi ekonomi. Keadaan ekonomi konsumen sangat mempengaruhi konsumentersebut dalam mengambil sebuah keputusan. Keputusan konsumen sehubungan dengan produk sangat depangaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi yang dimiliki pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Berikut ini adalah pembagian sumber daya ekonomi (pendapatan) konsumen, yaitu:
1)Sumber daya ekonomi individu
2)Sumber daya ekonomi keluarga
3)Sumber daya ekonomi rumah tanggaSelain pendapatan, sumber daya ekonomi lainnya yaitu kekayaan (asset / nilai bersih)dan kredit. Kekayaan seseorang berkorelasi dengan pendapatan orang tersebut.

Sumberdaya Sementara

Barang yang Menggunakan WaktuProduk yang memerlukan pemakaian waktu dalam mengkonsumsinya. Contoh:menonton TV, memancing, golf, tennis (waktu Senggang) tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)

Barang Penghemat Waktu.Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktuleluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.

Sumberdaya Kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepatmerepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saatseseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental.

Kandungan Pengetahuan
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam :

1) Pengetahuan ProdukPengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk, atributatau fitur produk, harga produkdan kepercayaan mengenai produk.

Jenis Pengetahuan Produk:
a.Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk 
b.Pengetahuan tentang manfaat produk
c.Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen

2) Pengetahuan PembelianPengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produkdi dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut.Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut.

Oganisasi Pengetahuan
Pengetahuan organisasi ini dimaksudkan untuk mencakup semua jenis skema untukmengorganisir informasi dan manajemen pengetahuan mempromosikan. Pengetahuan organisasimencakup skema klasifikasi yang mengatur bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-bukudi rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses yang lebih rinci, dan otoritas file yangmengontrol versi varian informasi penting (seperti nama-nama geografis dan nama-nama pribadi). Istilah pengetahuan organisasi ini dimaksudkan untuk mencakup semua jenis skemauntuk mengorganisir informasi dan mempromosikan manajemen pengetahuan.Sistem pengetahuan organisasi yang mencakup Mengatur skema Klasifikasi bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-buku di rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses lebihterperinci, dan Otoritas varian versi file yang mengontrol informasi kunci (seperti nama-namadan nama Geografis -nama pribadi). Mereka juga termasuk kurang-skema tradisional, seperti jaringan dan ontologi. Karena sistem organisasi pengetahuan mekanisme untuk mengorganisir informasi, mereka berada di jantung dari setiap perpustakaan, museum, dan arsip. Sistem organisasi pengetahuan digunakan untuk mengatur bahan-bahan untuk tujuan pengambilan dan untuk mengelola koleksi. Sebuah KOS berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan informasi pengguna dan materi dalam koleksi. Dengan itu, pengguna harus dapat mengidentifikasi objek menarik tanpa pengetahuan sebelumnya keberadaanya. Baik melalui browsing atau mencari langsung, baik melalui tema pada halaman Web atau situs mesin pencari, para KOS membimbing pengguna melalui proses penemuan. Selain itu, Koss mengijinkan penyelenggara untuk menjawab pertanyaan mengenai cakupan pengumpulan dan apa yang dibutuhkan untuk melengkapi itu.

Mengukur Pengetahuan
Pengukuran pengatahuan objektif (objective knowledge) adalah pengukuran yangmenyadap apa yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan.Ukuran pengetahuan objektif, yang berfokus pada potongan informasi khusus yang mungkin diketahuikonsumen. Dan pilihan akhir untuk menilai pengetahuan adalah dengan menggunakan ukuran pengetahuan subjektif (subjective knowledge). Pengetahuan ini direflesikan oleh pengukuran yang menyadap persepsi konsumen mengenai banyaknya pengetahuan mereka sendiri. Padadasarnya, konsumen diminta untuk menilai diri mereka sendiri berkenaan denganpengetahuan produk atau keakraban mereka. Ukuran pengetahuan subjektif berrpusat di sekitar kesan konsumen mengenai pengetahuan total dan keakraban mereka. Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka. Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yangsudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta inidapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlusesuai dengan realitas objektif.


sumber : http://id.scribd.com/doc/242723125/Bab-5-Sumberdaya-Konsumen-Dan-Pengetahuan