Manusia
adalah individu yg tidak bisa lepas dari bersosialisasi karena manusia adalah
makhluk sosial yg berbudaya. Setiap manusia mempunyai dan menciptakan kebudayaannya
masing-masing yang biasanya adalah karena bawaan dari orang tua dan lingkungannya, bukan karena kesadaran
diri sendiri. Manusia adalah makluk hidup, setiap makhluk hidup memiliki proses
untuk tumbuh dan berkembang dan disaat tumbuh dan berkembang ada proses belajar
dan identifikasi yang dilakukan, Sejak kecil kita sebagai manusia sudah di
tanamkan kebudayaan yang ada di lingkungan kita, dalam lingkup keluarga maupun
bermasyarakat. Dan karena rasa ingin tahu manusia itu sangat besar mereka akan
mengembangkan kebudayaannya sendiri dalam proses belajar mereka, disitu
perlu konsistensi dan loyalitas agar
tidak terpengaruh oleh budaya luar yang negatif tapi kita harus tetap terbuka agar kita bisa belajar dengan harus memfilter mana yang negatif dan mana
yang positif.
Budaya atau culture merupakan hasil cipta, karya,
karsa, prasa manusia. Budaya bentuk jamak dari buddhi (akal) yang
bersifat universal (milik bersama), hasil dari proses belajar, stabil dan
dinamis, dan merupakan
atribut manusia/berdasarkan pada lambang. Kebudayaan bersifat abstrak, namun bisa kita rasakan melalui panca indra seperti tarian, musik, dll.
Hubungan antara unsur kebudayaan dan masyarakat, yaitu:
1. Sistem religi.
Kepercayaan/rohaniah mausia.
2. Sistem pengetahuan.
Tentang alam dan manusia
3. Peralatan dan perlengkapan hidup.
Meliputi alat produksi,senjata, rumah, makanan, perhiasan, pakaian, dll
4. Mata Pencaharian.
Seperti berburu meramu, berternak, nelayan, bertani
5. Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kekerabatan : 1. Matrilineal
2. Patrilineal
6. Kesenian.
Seni rupa, suara, dan sastra
7. Bahasa
Alat ekspresi dan komunikasi
Sistem kekerabatan bicara tentang sustem kekerebatan di suatu daerah di indonesia ada yang menggunakan sistem kekerabatan matrilineal/menarik garis ibu dan juga patrilineal/ menarik garis ayah di padang contohnya bila wanita ingin menikah dengan penduduk disana maka wanita itu harus membayar si pria berdasarkan kesuksesan yang telah dicapai oleh pria tersebut. Beralih kepada bahasa yang merupakan alat ekspresi dan komunikasi dan dicantumkan pula dalam teks sumpah pemuda bagian ketiga yang berbunyi menjungjung bahasa persatuan bahasa indonesia. Nyatanya pemuda di era sekarang lebih senang menggunakan bahasa-bahasa yang mereka anggap trend dalam lingkungan mereka contohnya "ciyuss" (serius) "miapah" (demi apa) bagaimana bisa kita disebut telah menjungjung bahasa persatuan kalo bahasa kita seperti ini. Namun semuanya tidak bisa dipaksakan harus ada kesadaran dari diri sendiri intinya kembali kepada diri kita masing-masing karena manusia melewati beberapa tahap dalam menuju kedewasaannya.
Manusia dan Kebudayaan menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan keduanya tidak melihatkan kontradiksi dan saling berkorelasi, manusia tidak berbudaya itu bagai taman tak berbunga, dan budaya tidak akan tercipta tanpa adanya manusia. Namun sekarang ini terlalu banyak budaya-budaya yang kontradiksi dengan budaya asli indonesia, seharusnya manusia bisa menciptakan akulturasi agar budaya aslinya tidak hilang, juga harus melakukan asimilasi namun dengan budaya-budaya yang dapat diterim dn sesuai dengan nilai dan norma. Maraknya propaganda-propaganda dan difusi budaya negatif di indonesia yang merusak kepribadian dan moral bangsa. Salah satu cara agar kita terhindar dari hal-hal tersebut kit harus melakukan inovasi-inovasi agar tidak bertemu dengan titik jenuh yang mudah membuat kita terbawa pada budaya negatif. Moral bangsa indonesia sudah rusak hal-hal yang negatif dijadikan kebiasaan bahkan dibudayakan. Kembali pada diri kita masing-masing pada kesadaran diri sendiri, dimana bumi dipijak disitu langit dijungjung. kita harus bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan mulai dengan bertanya pada diri sendiri siapa kita, dimana kita, bagaimana kita. agar tidak terjadi distorsi dalam kebudayaan.
Hubungan antara unsur kebudayaan dan masyarakat, yaitu:
1. Sistem religi.
Kepercayaan/rohaniah mausia.
2. Sistem pengetahuan.
Tentang alam dan manusia
3. Peralatan dan perlengkapan hidup.
Meliputi alat produksi,senjata, rumah, makanan, perhiasan, pakaian, dll
4. Mata Pencaharian.
Seperti berburu meramu, berternak, nelayan, bertani
5. Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kekerabatan : 1. Matrilineal
2. Patrilineal
6. Kesenian.
Seni rupa, suara, dan sastra
7. Bahasa
Alat ekspresi dan komunikasi
Sistem kekerabatan bicara tentang sustem kekerebatan di suatu daerah di indonesia ada yang menggunakan sistem kekerabatan matrilineal/menarik garis ibu dan juga patrilineal/ menarik garis ayah di padang contohnya bila wanita ingin menikah dengan penduduk disana maka wanita itu harus membayar si pria berdasarkan kesuksesan yang telah dicapai oleh pria tersebut. Beralih kepada bahasa yang merupakan alat ekspresi dan komunikasi dan dicantumkan pula dalam teks sumpah pemuda bagian ketiga yang berbunyi menjungjung bahasa persatuan bahasa indonesia. Nyatanya pemuda di era sekarang lebih senang menggunakan bahasa-bahasa yang mereka anggap trend dalam lingkungan mereka contohnya "ciyuss" (serius) "miapah" (demi apa) bagaimana bisa kita disebut telah menjungjung bahasa persatuan kalo bahasa kita seperti ini. Namun semuanya tidak bisa dipaksakan harus ada kesadaran dari diri sendiri intinya kembali kepada diri kita masing-masing karena manusia melewati beberapa tahap dalam menuju kedewasaannya.
Manusia dan Kebudayaan menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan keduanya tidak melihatkan kontradiksi dan saling berkorelasi, manusia tidak berbudaya itu bagai taman tak berbunga, dan budaya tidak akan tercipta tanpa adanya manusia. Namun sekarang ini terlalu banyak budaya-budaya yang kontradiksi dengan budaya asli indonesia, seharusnya manusia bisa menciptakan akulturasi agar budaya aslinya tidak hilang, juga harus melakukan asimilasi namun dengan budaya-budaya yang dapat diterim dn sesuai dengan nilai dan norma. Maraknya propaganda-propaganda dan difusi budaya negatif di indonesia yang merusak kepribadian dan moral bangsa. Salah satu cara agar kita terhindar dari hal-hal tersebut kit harus melakukan inovasi-inovasi agar tidak bertemu dengan titik jenuh yang mudah membuat kita terbawa pada budaya negatif. Moral bangsa indonesia sudah rusak hal-hal yang negatif dijadikan kebiasaan bahkan dibudayakan. Kembali pada diri kita masing-masing pada kesadaran diri sendiri, dimana bumi dipijak disitu langit dijungjung. kita harus bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan mulai dengan bertanya pada diri sendiri siapa kita, dimana kita, bagaimana kita. agar tidak terjadi distorsi dalam kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar