Selasa, 07 Januari 2014

ilmi

dewasa kini semakin banyak orang-orang pinter, seperti di indonesia saja sudah banyak menciptkan sarjana-sarjana muda, master-master, bahkan doktor-doktor yang bisa dikatakan mempunyai bayak ilmu, namun tidak sedikit mereka yang berilmu malah membanggakan diri mereka sendiri dan dibelenggu oleh rasa hormat tidak seperti ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk. sekarang ini semakin sulit nyari orang yang humble, mereka yang bener-bener mau manfaatain ilmunya dan berbagi pada orang lain. yang lebih parah lagi orang yang semakin berilmu namun mereka meleset dan menyimpang, mungkin mereka yang seperti ini kurang mendapatkan hidayah, semakin bertambah ilmu seseorang harus dibarengi dengan semakin bertambahnya hidayah yang tuhan kasih. Ilmu diibaratkan pisau akan menjadi positif bila digunakan untuk memotong sayur-sayuran dan akan menjadi negatif bila dipakai untuk membunuh orang, tinggal bagaimana kita menggunakannya. yang mempunyai semua ilmu itu cuman tuhan maka memohon hidayah agar kita diberikan ilmu yag bermanfaat. memang ilmu bisa menaikan derajat, dapat membuat kaya tapi itu gak ada artinya jika kita tidak bersyukur. apa yang bisa kita sombongkan ? diatas langit masih ada langit kan. ada kutipan yang bagus dalam buku misteri rubaiyat karya amin maalouf "suatu kali, didunia ini seorang lelaki berdiri tegak, membeberkan kekayaan dan menyatakan : inilah aku! kejayaannya hanya sepanjang impian retak, maka tegaklah sudah sang maut dan menyatakan : inilah aku! -omar khayyam
dunia ini fana tidak ada yang abadi tidak ada yang dibawa mati kecuali ilmu yang bermanfaat, doa anak yang sholeh. di era globalisasi ini semakin banyak ramalan-ramalan kosong yang hanya menyesatkan, bagaimana jadinya jika kita tidak punya dasar tidak punya pendirian akan hancur diombang-ambing zaman, sudah banyak perdebatan-perdebatan yang tidak ada manfaatnya karena hanya beda penafsiran yang sebenaranya tujuannya sama. bila kita melihat dari sisi perbedaanya tidak akan pernah ada habisnya bukankah sudah menjadi kodrat manusia perbedaan itu dan tuhan membuat perumpamaan-perumpaan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang yang berilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar