Kamis, 19 Juni 2014

POLITIK & STRATEGI NASIONAL DALAM PESTA DEMOKRASI INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Pemenangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Poempida Hidayatullah mengatakan Joko Widodo tetap akan menekankan strategi politik luar negeri bebas aktif dalam debat capres ketiga Minggu (22/6/2014).

"Di ranah internasional Indonesia memang belum bisa begitu berkuasa. Jadi strategi yang akan dikedepankan tetap politik bebas aktif," ujar Poempida saat ditemui di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Menurut Poempida, politik ini telah terbukti dapat menyelamatkan dan memberikan keuntungan bagi bangsa, terutama dalam perdagangan. Selain itu, dalam konteks misi perdamaian PBB, Indonesia tetap akan aktif mendukung. "Intinya berteman dengan semua, yang penting NKRI jangan diganggu," katanya.

Ketahanan nasional, lanjut Poempida, tak hanya semata membahas militerisme. Namun juga menjaga keberagaman dan nilai budaya sebagai bagian dari ketahanan nasional. Hal ini telah dicontohkan oleh Jokowi yang tetap kental dengan budaya Jawanya yang selalu sopan dan menghormati orang yang lebih tua. "Jadi jangan diartikan Jokowi yang mencium tangan Mega sebagai sesuatu negatif. Namun itu bagian dari budaya dan ia memperlihatkan ciri ketahanan nasional," tandasnya.

Selain itu konteks kesederhanaan dan mengutamakan dialog Jokowi-JK juga menjadi salah satu ciri ketahanan nasional yang dicontohkan pasangan ini. Poempida mencontohkan pengalaman Jokowi yang menyelesaikan masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Solo dan Jakarta, serta Jusuf Kalla yang menyelesaikan konflik Ambon, Poso, Aceh bahkan Ambalat, tanpa senjata. "Semuanya mengedepankan dialog. Ini ciri ketahanan nasional yang cerdas," katanya.

Namun di sisi lain, menurut Poempida, kesejahteraan prajurit juga perlu diperhatikan. "Karena ancaman negara juga datang dari luar negeri. Dalam menghadapi pihak asing Jokowi banyak belajar dari JK," katanya.

Dalam debat ketiga, Poempida mengatakan Jokowi juga akan memberikan kejutan pertanyaan seperti yang dilakukan pada debat kedua. Menurutnya debat bukan hanya mensosialisasikan visi misi, namun juga kesempatan untuk memenangkan opini.

Tanggapan : Pada bulan Juli di tahun ini indonesia akan merayakan pesta demokrasi yaitu pemilu presiden dan wakil presiden periode 2014-2019. Para capres dan cawapres membeberkan segala visi misi nya untuk 5 tahun kedepan dalam menjalankan pemerintahan dan menerima mandat dari rakyat. Seperti dijelaskan dalam kutipan diatas salah satu calon presiden RI menyatakan salah satu strategi politiknya yg ditekankan adalah politik bebas aktif, strategi ini dianggap dapat menyelamatkan bangsa terutama dibidang perdagangan serta  tetap aktif mendukung dalam misi perdamaian PBB. Namun selama ini indonesia kerap tidak diuntungkan dalam perdagangan internasional, Indonesia selalu jadi sumber meraup kekayaan bagi negara-negara yang menginvestasikan dananya dan meraup hasilnya, sedangkan bangsa Indonesia mendapatkan sisa dari apa yang telah diambil oleh negara-negara tersebut, Kekayaan indonesia bocor ke luar dan rakyat indonesia semakin jauh dari kesejahteraan. Diharapkan strategi-strategi politik yang telah di rancang sedemikian rupa dapat diimplementasikan dengan  baik untuk kepentingan bangsa dan rakyat indonesia bukan untuk kepentingan elite-elite yang ada dalam koalisi. Strategi politik bagaimanapun tidak akan berjalan dengan baik jika tanpa manajemen pengawasan yang baik, disini kompetensi capres dan cawapre diuji dalam menjalankan strategi yang telah direncanakan. Dalam kutipan diatas juga dibahas tentang ketahanan nsional bukan hanya dalam sektor militer saja yang memiliki dwifungsi, tetapi didalam keberagaman dan nilai budaya sebagai bagian dari ketahanan nasional. Tidak hanya saling menghormati saja tetapi gotomg royong rasa persatuan dan kesatuan yang harus terus ditumbuh kembangkan. Selain itu aparatur negara pun harus bersikap netral karena ancaman bagi bangsa tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri, diperlukan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan aparatur negara untuk mengahadapi ancaman-ancaman asing yang akan mempengaruhi ketahanan nasional.

source : http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/06/19/1513520/jokowi.tetap.akan.kedepankan.politik.bebas.aktif?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar