Minggu, 05 Oktober 2014

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

       Pemasaran memiliki kunci utama yaitu creating, communicating, delivering, value (ccdv). Segmentasi pasar merupakan kegiatan pembagian pasar menjadi beberapa segmen yang lebih kecil berdasarkan kepada pembeli yang memiliki kebutuhan, karakteristik, dan perilaku yang berbeda juga dari segi produk yang akan dibeli berbeda pula bisa juga diartikan sebagai pengidentifikasian dan menganalisis pembeli di pasar produk. Kebutuhan dari berbagai individu yang berbeda dengan karakteristik dan peerilaku yang berbeda diperlukannya identifikasi dan analisis agardapat membedakan ataupun membagi pasar dalam beberapa bagian disini diperlukan segmentasi pasar.
      pentingnya segmentasi pasar didasarkan atas deskripsi dan identifikasi ukuran pasar,lebih fokus dalam alokasi sumberdaya, dan sebagai dasar pengembangan 4P (product,price,place,promotion). karakter kunci segmentasi harus bisa diukur, segmen harus menguntungkan, dan harus dapat diakses dan dilayani secara efektif.
        Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam melakukan segmentasi pasar di antaranya adalah:
Faktor geografis: wilayah (kawasan, negara), ukuran pemukiman (metropolitan, kota kecil), densitas area (urban, semi-urban, pedesaan), iklim (tropis, subtropis, sedang, dingin).
Faktor demografik: usia, jenis kelamin, ukuran keluarga, pendidikan, penghasilan, pekerjaan, status sosial-ekonomi, agama, kebangsaan/ras, bahasa.
Faktor psikografik: kepribadian, gaya hidup, nilai, sikap.
Faktor perilaku: kesetiaan terhadap merk, tingkat penggunaan produk, kesiapan membeli.
      Menurut Waizly Darwin (Chief of executive marketeer media) di indonesia terdapat 3 karakter pembeli yaitu snob, smart, dan dumb. tipe snob adalah konsumen yang tidak peduli dengan harga biasanya lebih ke arah lifestyle dan status di masyarakat, kedua tipe smart adalah konsumen yang membeli produk secara rasional atau masuk akal, dan yang terakhir tipe dumb adalah konsumen yang hamya mementingkan harga yang murah. Hal-hal tersebut menggambarkan bagaimana kondisi pasar di indonesia dan dapat dijadikan bahan untuk pertimbangan dan pembangunan strategi pasar, segmentasi berdasarkan psikografik di masa ini ternyata lebih akurat di banding segmentasi berdasarkan geografis dan demografi.

 Segmentasi demografi adalah cara segmentasi yang paling populer sebagaidasar untuk membagi kelompok pelanggan. Pada umumnya pelanggan memiliki keterkaitan eratdengan variabel-variabel demografi seperti pendapatan dan usia. Juga,untuk alasan praktis, sering ada lebih banyak data yang tersedia untuk membantudengan proses segmentasi demografis. Segmentasi demografi terdiri dari membagi pasar ke dalam kelompok berdasarkan pada variabel seperti sebagai berikut:
1. Umur
 Kebutuhan dan keinginan konsumen berubah dengan usia meskipun merekamungkin masih ingin konsumen jenis produk yang sama. Jadi seorang pemasar mendesain, paket dan mempromosikan produk yang berbeda untuk memenuhikeinginan kelompok usia yang berbeda. Contoh yang baik termasuk pemasaran pasta gigi (kontras branding pasta gigi untuk anak-anak dan orang dewasa).
2.Tahap siklus hidup
 Tahap siklus hidup konsumen merupakan variabel penting, terutama di pasar seperti rekreasi dan pariwisata. Semisal golongan kaum muda lebih senang berkunjung ke Dunia Fantasi Ancol sedang golongan yang lebih tua memilih untuk wisata kebun di Taman Buah Mekarsari.
3. Gender
 Segmentasi yang berbasis gender banyak digunakan dalam pemasaran. Contohnyauntuk pemasaran produk golongan pakaian, tata rambut, majalah dan perlengkapanmandi dan kosmetik.
4. Penghasilan
 Dasar segmentasi lain yang popular adalah besarnya penghasilan konsumen.Banyak perusahaan mentargetkan pasar pada konsumen yang makmur untuk  barang-barang mewah dan jasa kenyamanan. Sebagai contoh layanan prima yang diberikan perbankan untuk solusi nasabah yang berpenghasilan atau memiliki asetyang besar. Sebaliknya, banyak perusahaan fokus pada produk pemasaran langsungke konsumen dengan pendapatan yang relatif rendah. Contohnya perusahaan yangmemproduksi sabun colek dibanding detergen premium.
5. Kelas social
 Banyak pemasar yang percaya bahwa preferensi dipengaruhi oleh kelas sosialkonsumen. Seperti preferensi konsumen terhadap barang-barang sperti mobil, pakaian, perabot rumah, kegiatan santai dan produk/jasa lainnya. Hal ini menggambarkan adanya hubungan yang jelas antara kelas sosial dengan tingkat pendapatan.
6. Gaya hidup
 Pemasar semakin tertarik pada pengaruh "gaya hidup" dengan tingkat permintaankonsumen. Namun sayangnya, ada banyak sistem kategorisasi gaya hidup yang berbeda, karena sebagian gaya hidup justru diarahkan oleh pembuat iklan.
         
      Data demografi dapat digunakan untuk mengidentifikasikan karakteristik  populasi untuk menentukan siapa pelanggan potensial, dan menentukan area geografisdimana mereka menetap. Informasi ini dapat digunakan untuk usaha pemasaran produk/jasa, bagaimana mengiklankannya, serta bagaimana perilaku pembelian mereka.(Putri, 2007)Data ini umumnya digunakan oleh bisnis untuk mengidentifikasikan target pasar  bagi barang dan jasa mereka. Demografi umumnya digunakanuntuk memberitahukanmengenai siapa pelanggan apa, dimana lokasi mereka, apa gender mereka dan bagaimana Anda ingin produk Anda dibeli oleh mereka. 
      Pergeseran-pergeseran komponen kependudukan seperti distribusi menurutumur, distribusi menurut wilayah, struktur umur, struktur pekerjaan, pola migrasi dan penurunan tingkat mortalitas dan fertilitas harus diamati secara seksama, terutama pengaruhnya terhadap segmentasi pasar, daya beli dan tingkah laku pengeluaran atas barang dan jasa. Hal ini menunjukkan bahwa struktur demografi mempengaruhivariable yang lain (dependent variable). Namun adakalanya variable lain mempengauhistruktur demografi seperti halnya sebelum kota Batam dijadikan sentra industrikota tersebut memiliki penduduk yang sedikit, setelah dijadikan sentra industri makamulailah kota Batam menjadi ramai. Oleh karena itu data demogarfi bisa kita anggapsebagai variable independent, sekaligus dependent. (Effendi, 2010)
  
      Lima alasan mengapa kita tidak dapat mengabaikan segmentasi demografis yaitu:
1. Segmentasi dengan cara apapun selalu harus dilihat darikacamata demografi.Segmentasi gaya hidup, teknografi misalnya tetap harus dilihat dalam hubungannyadengan variabel-variabel demografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dansebagainya. Segmen-segmen itu biasanya berhubungan erat dengan karakter-karakter kependudukan.

2. Informasi demografi adalah informasi yang paling mudahdijangkau dan paling murah untuk  mengidentifikasi target market. Sekalipun informasi ini tidak begitu sempurna untuk pemasaran.

3. Informasi demografi memberikan insight tentang trend yangsedang terjadi. Perubahan-perubahan penduduk menurut usia atau jenis rumahtangga akan menentukan jumlah permintaan beberapa jenis barang/jasa.

4. Demografi dapat digunakan untuk melihat perubahan permintaan aneka produk.

5. Demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran suatu bisnis. Keberhasilan pemasaran harus bisa diukur dari besarnya pasar dan tekanan-tekanan pesaing pada pasar yang sama.

Pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
-Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
-Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
-Pemasaran ceruk
-Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub-group di dalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu grup yang didefiniskan dengan lebih sempit.
-Pemasaran mikro
Praktik penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
Manfaat dari segmentasi pasar adalah:
-Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-kesempatan pemasaran.
-Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
-Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya.

Referensi : https://id.scribd.com/doc/99075952/Analisis-Demografi-Sebagai-Salah-Satu
                   http://www.itb.ac.id/news/4228.xhtml
                   http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi_pasar
                   http://www.warsidi.com/2009/12/segmen-pasar-market-segments.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar