Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas,
arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini
adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X
dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang
dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi
dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai
apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda
dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali
disamakan dengan semangat,
seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi
yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan
anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada
perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan
motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama
dengan semangat.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas
terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak
menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan
dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir,
ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan
usahanya.
Kepekaan kita terhadap hal-hal kecil, lingkungan dan orang-orang
disekitar kita membuat kedewasaan sikap, itulah yang disebut mawas diri. Mawas
diri adalah kemampuan untuk mengatur respons sosial di dunia nyata, mengubah
apa yang kamu lakukan agar sesuai dengan kultur, lingkungan, dan kebiasaan orang
yang kamu ajak berkomunikasi. Seperti halnya naluri hewan untuk mempertahankan
diri dengan berbagai macam cara agar dia terhindar dari predator, misalnya :
Ikan anglerfish (Antennarius) dari Filipina mempunyai satu pemikat yang mirip
ikan kecil untuk memikat mangsanya, pemikat tersebut adalah perkembangan dari
duri pada sirip punggung pertama. Kunang-kunang jantan dan betina saling
tertarik dengan cahaya kelap-kelipnya, pola kelap-kelip ini berbeda untuk
setiap spesies. Tetapi ada suatu spesies kunang-kunang betina yang dapat meniru
kelap-kelip spesies yang lain, bila jantan spesies yang lain itu datang akan
dimakan. Manusia juga (bahkan) mempunyai naluri untuk bersikap waspada atau
hati-hati dimana dia berada. Naluri adalah bahasa buana dalam jiwa seorang
manusia.
Mawas diri itu adalah naluri dasar manusia, namun seiring
terabaikan dan terkalahkan dengan seribu macam nafsu keegoan. Bayi justru
mempunyai naluri mawas diri yang lebih tinggi dibanding kita yang telah dewasa.
Lihatlah ketika kita menggendong bayi, secara refleks si bayi tersebut
berpegangan pada tubuh kita, karena dia melindungi dirinya dari kemungkinan
jatuh. Selalu, harusnya kita mengasah naluri kita untuk selalu mawas diri.
Karena hidup didunia ini seperti hidup di tengah hutan belantara. Manusia dan
seluruh mahkluk berlomba dalah mempertahan hidup masing-masing. Lebatnya
belantara hidup membuat kita harus selalu waspada, karena hidup begitu keras
dan gelap, kadang kitapun harus saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
Sikap motivasi dan mawas diri sangat
diperlukan oleh konsumen dalam melakukan proses pembelian, individu membutuhkan
masukan-masukan untuk melakukan pembelian dan mawas diri adalah sebagai
pengontrol individu dalam melakukan pembelian agar tidak berlebihan atau tidak
efektif dan efesien dalam melakukan pembelian.
sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2011/10/30/mawas-diri-itu-sebuah-naluri-405913.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar