Rabu, 15 Oktober 2014
Penikmat Kopi
dewasa ini warung kopi atau coffee shop menjadi buruan orang banyak, tempat yang menjadi rumah kedua bagi sebagian orang ini terutama para pedagang kopi atau yang biasa disebut barista memang tempat yang nyaman untuk melepas kelelahan dari rutinitas sehari-hari. Namun tidak sedikit dari para penyaji kopi atau barista di beberapa coffee shop tidak mempunyai kompetensi, mereka dibentuk hanya untuk membuat kopi sesuai prosedur yang diberikan pemilik coffee shop itu sendiri. Memang sekarang ini customer kopi kebanyakan hanya ingin sekedar nongkrong atau melepas kelelahan saja tanpa mempedulikan kualitas dari kopi itu tersendiri, saya rasa jarang sekali customer yang benar-benar ingin menikmati kopi atau penikmat kopi yang datang ke gerai-gerai kopi. Jadi tidak bisa disalahkan juga konsep dari coffee shop yang hanya membuatkan kopi dan menyajikannya untuk para customer. Bagi saya jika datang ke coffee shop hanya untuk dilayani seperti itu lebih baik datang ke warkop-warkop yang tidak kalah nyamannya dengan coffee shop, karena konsep yang disediakan seperti layaknya warung kopi yang hanya menyeduhkan dan menyajikan saja tanpa memperhatikan kualitas dari kopi itu tersendiri.memang pentingnya kompetensi dari barista harus diperhatikan, sebagai salah satu contoh konsep dari salah satu gerai kopi terkenal dan sebagai market leader di indonesia yang mengkonsepkan menyatu dengan konsumen. Salah satu misinya adalah kami tidak sekedar menyajikan kopi tetapi adalah tempat konsumen menceritakan keluhannya dari rutinitas sehari-hari. Hal seperti itulah yang membuat konsumen betah dan mau kembali lagi. cusetumer adalah raja itu bukan hanya sekedar slogan klasik yang hanya dijadikan tulisan di dingding atau hiasan dalam sebuah coffee shop. Tetapi memang harus diaplikasikan agar kenyamanan dan keakraban antara konsumen dengan barista dapat terjalin. Saya pernah mengunjungi salah satu gerai kopi disekitar tempat saya kuliah, konsep dari tempat memang sangat nyaman dan membuat konsumen betah berlama-lama di coffee shop, namun skill dari baristanya tidak terlalu memuaskan, ketika saya memesan satu gelas vietnam kopi dan meminta agar kopinya lebih pekat dan tidak terlalu creamy namun mereka tidak dapat menyajikannya, entah karena kemampuan atau skill dari baristanya yang kurang kompeten atau memang sudah di konsep setiap minuman takaran dan cara penyajiannya seperti itu. Hal seperti ini sangat dikecewakan, karena dapat menurunkan kepuasan konsumen. Setiap Coffee shop memang beragam konsep dan cara penyajiannya dari mesin yang digunakan ada yang mengunakan otomatisasi mesin ada juga yang menggunakan alat kopi tradisional. kalau berbicara kualitas memang relatif tetapi untuk saya sendiri kualitas bisa ditentukan dari apa kopi itu disajikan, seperti coffee shop yang menggunakan alat kopi tradisional sebenarnya kualitas kopinya lebih baik dibandingkan dengan otomatisasi mesin, selain itu juga dari kompetensi atau skill yang didapat oleh baristanya sendiri bisa dibedakan dan dalam aplikasinya memang lebih kompeten barista yang menggunakan alat kopi tradisional daripada yang menggunakan mesin kopi. Bila dilihat dari efektifitas dan efesiensi memang menggunakan mesin lebih unggul daripada cara tradisional, karena memang sekarang ini yang mengunjungi coffee shop jarang yang memang ingin menikmati kopi itu sendiri. penikmat kopi tidak dijadikan target pasar disini karena memang dari kenyataannya tidak banyak orang yang benar-benar minta kepada kopi tetapi hanya ingin sekedar kumpul atau ngobrol-ngobrol dan melepas penat juga kelelahan dari rutinitas. Namun tetap kualitas harus diperhatikan agar dapat menciptakan kepuasan konsumen yang tidak mau pergi dan selalu datang kembali.Because coffee is not about brewing, it's about love and passion and one cup of coffee lies a thousand stories.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar